Mendengkur Saat Tidur, Gejala Bahwa Anda Mengidap Sleep Apnea

Mendengkur Saat Tidur - Bisa tidur nyenyak adalah dambaan semua orang. Orang yang tidur nyenyak biasanya dia akan merasa segar bugar saat bangun. Sayangnya, banyak yang beranggapan bahwa mendengkur alias ngorok adalah tanda dari tidur nyenyak seseorang. Bahkan mendengkur saat tidur dianggap sebagai suatu hal yang wajar. Karena itu, sering kita mendengar ungkapan “udah ngorok aja” untuk menggambarkan orang yang mudah sekali tertidur. Lalu apakah mendengkur atau ngorok itu hal yang normal ataukah gangguan kesehatan?

Mendengkur Saat Tidur, Gejala Bahwa Anda Mengidap Sleep Apnea

Mendengkur atau ngorok bukanlah tanda bahwa seseorang sedang tidur dengan nyenyak. Bahkan, sejatinya ngorok merupakan salah satu tanda gangguan tidur yang dikenal dengan sebutan sleep apnea atau apnea tidur atau henti nafas saat tidur yang bisa menjadi ancaman bagi kesehatan tubuh. Selain mendengkur, gejala lain dari apnea tidur juga seperti terengah-engah, nafas bunyi, sering buang air kecil di malam hari, dan berkeringat.

Apnea tidur ini terjadi karena saluran nafas seseorang melemas dan menyempit saat tidur. Artinya, meskipun ada gerakan nafas, tapi udara sulit masuk ke dalam tubuh dan membuat sesak. Karena  sesak inilah kemudian ada mekanisme yang dijalankan tubuh untuk membangunkan otak sejenak untuk mengambil nafas. Tentu saja mekanisme seperti ini bukan pertanda bahwa tidur seseorang nyenyak, justru sedang terganggu (baca juga: Haruskah tidur 8 jam sehari?).

Hal tersebut kemudian akan membuat seseorang merasa tidak segar saat bangun tidur. Bahkan pada beberapa orang justru merasa lelah saat bangun tidur, sakit kepala, tetap mengantuk, dan mudah marah saat terbangun. Sayangnya, kebiasaan mendengkur ini masih sering diabaikan oleh masyarakat. Padahal mendengkur alias ngorok bisa menyebabkan banyak penyakit hinggap di tubuh seseorang. Data menunjukkan bahwa 45 persen orang dewasa, mereka ketika tidur mendengkur. Dan 75 persen dari mereka memiliki resiko penyakit jantung lebih tinggi.

Jika kebiasaan mendengkur ini dibiarkan terus berlanjut tanpa ada upaya untuk diobati, kemungkinan bisa meningkat ke apnea tidur obstruktif (OSA) yang akan berpotensi munculnya berbagai penyakit seperti stroke, hipertensi, jantung, diabetes, dan lain sebagainya.

Mengapa demikian? Karena saat mendengkur, tubuh seseorang tidak sepenuhnya beristirahat saat tidur. Bahkan tubuh sedang bekerja keras untuk mengambil nafas saat tidur. Sebagai solusi, anda disarankan untuk menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi rokok dan alkohol, dan hindari obat tidur.

Anda juga bisa mencoba merubah posisi tidur dengan menyamping atau menggunakan perangkat khusus semacam masker pengatur tekanan udara. Oleh karena itu, jika anda mengalami gejala ini maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.


EmoticonEmoticon