Apakah Infertilitas atau Kemandulan Hanya Terjadi pada Wanita?

Apakah infertilitas atau kemandulan hanya terjadi pada wanita? - Masalah kesuburan terkadang menjadi masalah yang sangat penting sekaligus sensitif bagi pasangan suami istri. Karena kesuburan merupakan kemampuan alami setiap manusia untuk melakukan proses reproduksi. Apalagi ketika pasangan tersebut sudah menjalani pernikahan selama bertahun-tahun namun belum juga dikaruniai momongan. Seringkali hal seperti ini menjadi pemicu retaknya rumah tangga.

Apakah infertilitas atau kemandulan hanya terjadi pada wanita

Dalam hal ini wanita sedikit banyak yang menjadi objeknya. Terlebih dengan stigma bahwa kemandulan adalah sepenuhnya karena wanita, wanitalah yang menjadi penyebab gangguan kesuburan tersebut.

Meskipun kita sekarang sudah berada di era modern, stigma seperti ini masih begitu lekat disematkan pada perempuan. Padahal sudah banyak sekali ilmu kedokteran yang membuktikan bahwa stigma ini salah. Infertilitas atau kemandulan tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga bisa terjadi pada pria.

Faktanya, tingkat infertilitas pada pria sendiri sudah mencapai 50 persen dari keseluruhan kasus kemandulan yang terjadi. Gangguan infertilitas yang terjadi pada pria sendiri sangat kompleks, penyebabnya sangat beragam. Bisa karena gangguan cairan sperma, biji kemaluan yang tidak turun ke kantungnya, gangguan hormonal, infeksi pada saluran kemih, terjadi sumbatan pada saluran sperma, hingga pada gangguan verikokel atau terjadinya pelebaran pada pembuluh darah di testikel.

Tanda-tanda bahwa pria mengalami gangguan infertilitas bisa dilihat dengan cukup mudah. Beberapa pertandanya seperti libido yang menurun, terjadi masalah saat ejakulasi atau sakit saat ejakulasi, kesulitan ereksi, masalah imunologi, serta munculnya benjolan pada testis. Sedangkan infertilitas yang terjadi pada wanita biasanya karena faktor gangguan ovulasi (baca: Penyebab Kemandulan Pada Wanita).

Sayangnya, masih banyak yang percaya dengan stigma bahwa wanita adalah penyebab gangguan kesuburan meski sudah banyak bukti yang mengatakan bahwa kemandulan juga dialami pria. Akibatnya, seringkali pasangan suami istri yang tidak kunjung dikaruniai anak justru malah bertengkar karena sibuk saling menyalahkan satu sama lain. Hal ini kemudian berdampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan rumah tangga mereka.

Maka alangkah lebih baiknya jika memang mengalami masalah infertilitas, pasangan bisa langsung segera berkonsultasi dengan dokter. Lakukan pengecekan terhadap suami maupun istri untuk mengetahui masalah yang terjadi. Karena pasangan yang mengalami gangguan infertilitas bukan berarti tertutup kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan keturunan, gangguan kesuburan ini bisa dianalisis secara medis.

Jadi, gangguan infertilitas atau kemandulan ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. 


EmoticonEmoticon