Malaikat Versi Anime Jepang

Tags

Beberapa waktu yg lalu misi saya menyelesaikan anime “Death Note” 37 episode tuntas sudah. Keren luar biasa memang anime karya Jepang. Plot ceritanya selalu dinamis dan tidak membosankan. Imajinasinya juga kaya. Tidak heran kalau komik manga mendunia sampai saat ini.

Satu hal yg menarik menurut saya dari anime Jepang dan menjadi ciri khas yaitu karakter utamanya selalu unik. Coba lihat sosok L, Ryuzaki dalam Death Note ini, sang jenius yg memiliki kemampuan analisa tinggi, tapi kepribadiannya unik, hobi ngemil. Ada juga N, Near.. sama jeniusnya seperti L, tapi karakter yg ditampilkan seperti anak autis yg hobi bermain puzzle. Di anime-anime yg lain juga, seperti sosok Naruto, Luppi, semua karakternya unik. Bisa dikatakan anime jepang selalu menampilkan sosok karakter utama yg anti mainstream.

Film “Death Note” ini menarik, karena mengangkat tema hubungan alam manusia dengan alam lain, Tentunya dalam persepsi kepercayaan orang Jepang. Sosok Shinigami lah yg diangkat sebagai tokoh gaib pada film ini, sosok dewa kematian yg tugasnya mencabut nyawa manusia melalui buku catatan kematian yg disebut Death Note tadi.

Shinigami memang tidak dijumpai dalam agama asli Jepang, Shinto, maupun di Agama Buddha. Tapi tetap saja bahwa dalam kepercayaan masyarakat Jepang, personifikasi dari kematian digambarkan seperti itu, atau paling tidak serupa.

Sebagai contoh lain misalnya, Dalam Bleach. Shinigami merujuk kepada sejenis pekerjaan yang mengantar roh makhluk yang sudah mati ke alam yang lebih baik melalui Soul Burial. Kemudian dalam serial anime Kuroshitsuji atau Black Butler, Shinigami adalah makhluk yang datang mengambil jiwa manusia pada waktu yang tepat dan melihat "cinematic record" mereka untuk mencari tahu apakah mereka masuk surga atau sebaliknya.

Terlepas dari apakah itu bagian dari kepercayaan masyarakat Jepang atau bukan, bahwa ternyata ada yg mempersonifikasikan sosok pencabut nyawa seperti Shinigami. Saya sendiri seorang Muslim. Dalam islam, kita percaya adanya izrail, malaikat pencabut nyawa. Oleh karena itu, Saya akan menilai sosok Shinigami dalam sudut pandang saya sebagai seorang muslim.

Ada dua poin penting yg perlu dikritisi dari sosok Shinigami sebagai malaikat pencabut nyawa. Pertama, ternyata ada banyak Shinigami lain di alamnya. Jadi malaikat pencabut nyawa versi Anime Jepang ini bukan hanya satu jumlahnya. Kedua, Shinigami dibekali hawa nafsu layaknya manusia. Makanya kalau diperhatikan dalam film nya, Shinigami juga berani melanggar peraturan, berani berbohong, bahkan bisa jatuh cinta kepada manusia.

Sekarang mari kita bandingkan dengan konsep malaikat dalam islam. Umat islam hanya meyakini satu sosok malaikat pencabut nyawa, yaitu izrail. Mungkin dari sisi nalar, sosok Shinigami lebih logis. Artinya, untuk melaksanakan tugas mencabut milyaran nyawa manusia, secara nalar tentu dibutuhkan banyak tenaga juga, tidak cukup hanya dengan satu sosok malaikat.

Tapi ingat, dalam islam ada konsep iman (percaya sepenuhnya), sekalipun nalar tidak mampu menjangkaunya. Termasuk iman akan adanya malaikat. Meyakini bahwa Allah maha kuasa, bahwa malaikat adalah hamba Allah, sangat mudah bagi Allah untuk menciptakan malaikat dengan tugas-tugasnya. Di sinilah peran iman. Karena manusia hanya diberi pengetahuan yg sedikit saja tentang perkara gaib, “Aku tidak berikan pengetahuan kepada kamu kecuali sedikit” (al-isra’: 85).

Tidak seperti sosok Shinigami, sosok malaikat dalam islam tidak dibekali hawa nafsu, hanya ketaatan dan ketaatan yg ia lakukan. Sehingga sangat mustahil malaikat melakukan kesalahan, apalagi mendurhakai TuhanNya, “Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah.” (At-Tahrim: 6).


Kesimpulannya, I Proud To Be A Moslem.

2 komentar

emang nya gimana film nya gan

waduh.. blm nonton film nya? km menyia2 kan separuh hidupmu. haha..


EmoticonEmoticon