Ada Apa dengan "Kuda Hitam" dan "Kambing Hitam"?

Tags

Di tengah perhelatan akbar piala dunia 2014 kali ini, saya sering mendengar istilah “Kuda Hitam”. Istilah ini disematkan kepada tim-tim yang awalnya tidak begitu diunggulkan tapi ternyata mampu melangkah jauh di turnamen ini, mengungguli tim-tim yang notabene dikenal sebagai negara maju dalam hal sepakbola. Sebut saja misalnya Kolombia, Belgia, dan Kostarika. Siapa sangka ketiga tim ini bisa melaju sampai babak perempat final, sementara tim-tim seperti Inggris, Portugal, Italy, dan Spanyol, yang awalnya diprediksi akan tampil sebagai kandidat ternyata kandas di awal babak penyisihan grup.

kuda hitam dan kambing hitamMasih di dunia sepakbola, istilah “Kuda Hitam” ini juga disematkan kepada klub Atletico Madrid yang musim lalu berhasil memboyong gelar La Liga Spanyol. Atletico Madrid yang awalnya tidak difavoritkan sebagai juara liga ternyata mampu merusak dominasi Real Madrid dan Barcelona yang sudah bertahun-tahun lamanya.

Singkatnya, Istilah “Kuda Hitam” digunakan untuk merefleksikan sesuatu keadaan yang tidak disangka-sangka yang tiba-tiba muncul sebagai pemenang dalam suatu pertandingan. Bagaimana istilah ini bisa muncul dan populer sebagai kiasan?

Asal-usul “Kuda Hitam”

Pada tahun 1946, tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, Alec Ramsey dan ayahnya melakukan perjalanan kapal laut di lepas pantai utara Afrika. Dalam perjalanannya kembali ke Inggris, di dek kapal, Alec melihat seekor kuda Arab berwarna hitam yang gagah, sedang ditarik dengan kasar oleh empat orang pria brutal. Diam-diam Alec mendatangi kuda yang membawa gula batu di punggungnya itu.

Malam itu, kapal mereka dihantam badai. Kapal yang mereka tumpangi disambar petir. Alec berusaha untuk membebaskan kuda hitam itu tetapi malah terlempar dari kapal.

Kapal tenggelam. Hanya Alec dan kuda itu yang selamat. Terdampar di sebuah pulau terpencil, Alec dan kuda hitam tersebut membentuk ikatan persahabatan yang kuat. Sampai pertolongan datang menyelamatkan, mereka kembali ke Amerika Serikat di mana Alec bertemu dengan seorang pelatih kuda bernama Henry Dailey.

Henry mengajarkan Alec bagaimana menunggangi kuda. Alec menamai kudanya The Black Stallion. Namun, tanpa dokumentasi silsilah yang jelas mengenai asal-usul The Black Stallion, Alec tidak bisa mendaftarkan kudanya ke kejuaraan ternama.

Akhirnya The Black Stallion disertakan ke kejuaraan yang diikuti oleh kuda-kuda yang tidak memiliki silsilah jelas. Pertandingannya diawali dengan melawan dua kuda pacuan tercepat dalam kejuaraan tersebut, Cyclone dan Sun Raider. Sejak itulah legenda The Black Stallion dimulai.

Kemudian dari tahun ke tahun, istilah The Black Stallion atau kuda hitam digunakan orang-orang untuk menyebut mereka yang tidak diunggulkan tetapi justru menjadi juara, mereka yang tidak memiliki catatan sebagai juara tetapi justru membuktikan kepada dunia bahwa merekalah sang juara.

”Tanpa silsilah kenamaan, kita akan menaklukkan dunia dan membuat sejarah yang hanya milik kita, Black. Kamu hanya perlu berlari dan jangan pernah berhenti berlari.”

Kemudian ada lagi istilah yang juga membawa kata “hitam” di dalamnya, yaitu “Kambing Hitam”. Kambing hitam ini adalah kiasan untuk merefleksikan suatu tindakan menyalahkan suatu keadaan atau pihak lawan atas suatu kemalangan. Misalnya, orang Yahudi yang dijadikan kambing hitam oleh pemerintah Jerman Nazi untuk krisis ekonomi dan politik saat itu. Tapi untuk “Kambing Hitam” ini saya kurang paham, asal-usulnya bagaimana?

Terlepas dari itu semua, saya masih curiga, jangan-jangan istilah “Kuda Hitam” dan “Kambing Hitam” ini berbau rasis. Saya tidak sepenuhnya percaya dengan kisah The Black Stallion di atas yang terkesan seperti fiktif. Kenapa harus kuda atau kambing yang hitam? Kenapa bukan putih, cokelat, dan sebagainya?. Bisa jadi penamaan istilah tersebut erat kaitannya dengan ras kulit hitam di masa lampau. Kita tahu bahwa orang kulit hitam dahulu tidak dianggap sebagai manusia. Mereka hanya diperbudak dan diperlakukan seperti binatang atau barang yang bisa diperjualbelikan seenak tuannya. Bahkan pada masa perjuangan Nelson Mandela di Afrika Selatan, orang kulit hitam seringkali dipanggil Monkey. Bidak catur pun saya curigai, jangan-jangan warna hitam-putih itu cerminan dari perlawanan kedua ras. Tapi ya ini hanya sebatas kecurigaan saya. Kalau teman-teman ada yang punya informasi yang mencerahkan bisa share ke saya.


EmoticonEmoticon