How To Train Your Dragon 2, Drama Penunggang Naga


How To Train Your Dragon 2, Drama Penunggang Naga. Usianya telah menginjak angka 20 tahun. Banyak perubahan sifat dalam dirinya, seperti mulai percaya diri. Namun soal sifat keras kepalanya Hiccup, pria bangsa Viking yang tinggal di Pulau Berg ini, tidak berubah. Ia masih sering bertualang ke berbagai tempat bersama sahabatnya, naga dari jenis Night Furry, Toothless. Bagi Hiccup (Jay Baruchel), tidak ada yang lebih menyenangkan daripada terbang bersama Tothless. Suatu ketika, saat berpetualang dengan Astrid (America Ferrera), ia bertemu dengan sebuah kelompok pemburu naga yang dipimpin Eret. Sejak pertemuan itu ada satu nama yang sosoknya masih menjadi misteri bagi Hiccup, yakni Drago Bludvist (Djimon Honsou). Hiccup penasaran terhadap sosok kejam dan ingin menguasai semua naga, yang demi memenuhi ambisinya, membentuk Dragon Army.

Hiccup ingin menghentikan perburuan terhadap pasukan naga Drago. Sayangnya, keinginan tersebut ditentang oleh sang ayah, Stoick The Vast (Gerald Butler). Pasalnya, Stoick tahu betul tentang Drago Bludvist. Namun, bukan Hiccup namanya bila nurut saja pada perintah ayahnya. Kepenasarannya lebih dominan ketimbang peringatan bahaya Stoick.

Ditemani Astrid, Hiccup kabur dari rumahnya dengan niat menemui Drago. Di tengah perjalanannya kali ini, ia bertemu Valka (Cate Blanchett), penunggang naga misterius dengan kemampuan yang hebat. Hiccup diantar Valka ke sebuah gua es rahasia, yang tak lain adalah rumah dari ratusan naga. Pertemuan tersebut menjadi sangat berarti bagi Hiccup, karena ternyata Valka adalah ibu yang sudah lama menghilang.

Masih sama seperti pada film pertamanya yang berjudul How To Train Your Dragon, dalam sekuelnya kini, sang sutradara, Dean DuBois masih tetap mempertahankan kisah drama hubungan keluarga. Gambaran tersebut dijelaskan dengan pertemuan Hiccup dan Valka, yang ujung-ujungnya, keluarga Stoick dipersatukan kembali. Singkat cerita, Hiccup, Valka, dan Stoick akhirnya berjuang bersama-sama mengalahkan Drago dalam sebuah peperangan hebat.

DuBois sadar bahwa bertambahnya usia bertambah pula kompleksitas plot cerita. Petualangan Hiccup mencari sosok Drago serta peperangan akhir menjadi jawabannya yang pas untuk menunjukkan kedewasaan tersebut. Selain itu, perbedaan lain dari film ini dengan yang sebelumnya adalah dari sisi drama. Dalam film yang diangkat dari novel karangan Cressida Cowell dengan judul yang sama ini, intensitas emosional tersebar di beberapa bagian.

Kelebihan yang lain, meski film ini hanya animasi, DeBois mencoba mendekatkan penonton dengan kehidupan nyata. Untuk menggambarkan gua es sarang naga contohnya. Demi mendapatkan gua es yang dingin dan tenang, DeBuois melakukan perjalanan ke Islandia. Hasilnya, dengan kombinasi teknologi Apollo, gua tersebut terlihat nyata.

Meski dibuat lebih dewasa, DeBuois tidak melupakan efek jenaka pada filmnya kali ini. Trivia dari relasi antara Hiccup dan Toothless menjadi bagian tersendiri untuk mengail senyum bahkan tawa penonton. Keberadaan Toothless juga menjadi hiburan tersendiri. Alih-alih mendapatkan gambaran sosok seram naga, yang memiliki taring besar dan semburan api, Toothless bagaikan sosok anjing, yang suka menjilat dan bermain.

Sayangnya, dalam sekuelnya kini, penambahan karakter-karakter baru terhitung sedikit. Semua karakter diceritakan sama dengan sebelumnya. Tidak ada kejutan baru seperti film-film sekuel pada umumnya. Meski demikian, itu tidak berpengaruh banyak bagi peminat film ini. Film berdurasi 102 menit ini mendapat apresiasi bagus dari para kritikus. Situs IMDB, misalnya, memberikan rating 8,8 dari skala 10. Sementara itu, situs Rottentomatoes, yang merupakan situs agretator review film, memberikan rating 95%.

Pemain: Jay Baruchel, Gerard Butler, Cate Blanchett, Djimon Honsou, dan America Ferrera. Sutradara: Dean DuBois. Produksi: Dreamworks Animation, 2014


EmoticonEmoticon