Edge Of Tomorrow, Melawan Alien dengan Time Loop

Edge of Tomorrow (2014) Poster

Sutradara: Doug Liman, Pemain: Tom Cruise, Emily Blunt, Produksi: Warner Bros Picture, 2014

Satu lagi film fiksi ilmiah yang memanfaatkan ide dasar pengulangan waktu (time loop). Ringan dengan permainan cerita dan sebaran humor merata.

Edge Of Tomorrow, melawan alien dengan time loop. Hidup, bertempur, mati, lalu hidup kembali. Dan begitu seterusnya. Seperti bermain game. Setelah terbunuh di suatu level, maka kita harus mengulangnya lagi dengan proses yang sama dan menghindari kesalahan yang sama untuk bisa menempuh level selanjutnya.

Adalah Mayor William Cage (Tom Cruise), seorang perwira yang dipaksa untuk mengalami kematian yang berulang. Tiba-tiba ia terlempar ke dalam sebuah markas tentara dan dipaksa untuk bertempur menghadapi alien yang menginvasi bumi di masa depan. Sama sekali tak terpikirkan oleh Cage sebuah pertempuran brutal antara dirinya dan makhluk-makhluk asing yang hanya bisa dilihatnya lewat berita-berita di televisi.

Benar saja, hanya dalam hitungan menit, ia pun gugur dalam medan perang. Setelah tewas, Cage menemukan dirinya secara misterius seolah terlempar oleh lorong waktu dan bangun di hari yang sama: hari pertama di mana Cage terjebak dalam markas tentara yang memaksanya untuk menjadi seorang "pejuang" dan mengalami kematian berulang-ulang. Time loop!

Nyatanya, kematian tersebut membuatnya harus mengulang hari, mengulang pertempuran yang sama. Rasa heran tersirat dalam wajah Cage yang melihat hari yang sama dengan momen yang sama pula. Sialnya, ia pun harus mengalami lagi ketakutan yang sama untuk menghadapi peperangan.

Plot kisah putar balik yang repetitif dalam film The Edge of Tomorrow garapan sutradara Doug Liman ini sesungguhnya tidak membawa ide baru. Banyak film sudah terlebih dahulu menerapkan ide dasarnya dengan latar yang berbeda. Paling dekat premisnya adalah Source Code (2011), yang disutradarai Duncan Jones.

Model alur berulang ini tampaknya dimanfaatkan betul oleh Liman. Dengan itu, ia mengolah skena-skena baru yang menyimpan unsur kejutan yang kian didramatisir dengan visualisasi efek komputer grafis yang bombastis.

Penggambaran peperangan antara alien dan manusia dalam film berdurasi 110 menit ini tersaji dengan ciamik.Deskripsi dunia post-apocalyptic disajikan dengan begitu megah terlebih jika ditonton dalam format 3D. Dengan itu, imajinasi penonton dibawa ke masa depan yang begitu futuristik, yang saat ini kita sebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Film ini diadaptasi dari novel milik Hiroshi Sakurazaka yang berjudul All You Need is Kill. Christopher McQuarrie, sang penulis naskah, menjadikan cerita looping ini penuh dengan unsur permainan sedemikian rupa sehingga otak penonton tidak dibuat "berantakan" dalam menyusun puzzle kisah. Selain itu, Doug Liman cukup cerdik mengelola informasi-informasi fiksional dalam film ini dan membuatnya jadi ringan dengan humor science fiction yang tersebar di banyak bagian.


EmoticonEmoticon